Riset Tenggara dan CSIS: Teknologi Grab Tingkatkan Peluang Gig Economy Surabaya

Agung Dwi E
Kompas.com - Selasa, 18 Agustus 2020
Survei CSIS dan Tenggara menemukan bahwa pelaku UMKM merasakan manfaat, seperti kenaikan omzet penjualan, sejak bergabung dengan layanan Grab.Dok. Grab Indonesia. Survei CSIS dan Tenggara menemukan bahwa pelaku UMKM merasakan manfaat, seperti kenaikan omzet penjualan, sejak bergabung dengan layanan Grab.

KOMPAS.com – Hasil riset terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan bahwa teknologi Grab berdampak positif pada sektor gig economy Kota Surabaya, Jawa Timur.

Dampak positif tersebut terlihat dari peningkatan pendapatan, baik mitra pengemudi maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM), serta membuka lapangan kerja baru di Surabaya, Jawa Timur.

Peningkatan pendapatan paling signifikan dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GabBike. Dari responden yang disigi, penghasilan pengemudi GrabCar naik 125 persen menjadi Rp 9,3 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Untuk pengemudi GrabBike, peningkatan penghasilan mencapai 85 persen menjadi Rp 5 juta per bulan.

Baca juga: Go Digital, Pemerintah Jatim Ajak UMKM Manfaatkan Program #TerusUsaha Milik Grab

Peningkatan tersebut berdampak positif bagi mitra pengemudi Grab, terutama dalam hal perencanaan keuangan.

Masih dari hasil riset yang sama, 23 persen pengemudi GrabBike dan 20 persen pengemudi GrabCar di Surabaya bisa membuka rekening tabungan pertama usai bergabung layanan Grab.

Mereka juga mulai rutin menabung di bank. Rincian 81 persen pengemudi GrabBike dan 69 persen pengemudi GrabCar menyetor uang mulai dari Rp 967 ribu hingga Rp 1,2 juta untuk ditabung.

Peningkatan penghasilan juga membuka kesempatan mitra Grab dalam mengakses produk investasi dan pinjaman.

Dari hasil riset, 55 persen pengemudi GrabBike dan 69 persen pengemudi GrabCar mengaku mudah mendapatkan pinjaman setelah tergabung dengan Grab.

Buka lapangan kerja baru

Selain efek peningkatan penghasilan, CSIS dan Tenggara juga menemukan bahwa teknologi Grab mampu membuka lapangan kerja baru di Surabaya.

Total, ada 23 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergabung dengan layanan Grab dapat memberikan pekerjaan kepada masyarakat ketika usahanya mulai berkembang.

Peran digitalisasi yang dilakukan Grab untuk ekosistem UMKM juga signifikan. Sebanyak 11 persen UMKM mitra GrabFood mengaku terinspirasi layanan GrabFood sebelum memulai bisnis.

Sebanyak 17 persen mengaku membuka bisnis pertama melalui layanan GrabFood dan 23 persen lainnya dapat menambah dua pegawai baru sejak bergabung dengan layanan tersebut.

Baca juga: Rayakan Kemerdekaan, Grab Kasih 4 Ide Lomba untuk Meriahkan #PestaSatu7an

Penghasilan pelaku UMKM di Surabaya pun ikut terkerek. Mitra GrabFood bisa menikmati peningkatan pendapatan hingga 37 persen atau menjadi Rp 39,1 juta per bulan.

Sementara, penghasilan mitra GrabKios—layanan teknologi Grab lainnya—ikut naik hingga 28 persen menjadi Rp 9,5 juta per bulan. Lantaran itu pula, 46 persen mitra GrabFood mengaku tidak perlu menyuntikkan modal usaha lagi untuk pengembangan bisnis.

Temuan tersebut menandakan bahwa digitalisasi yang dilakukan oleh Grab turut membantu pelaku UMKM dan pekerja, khususnya saat memasuki era new normal.

Ekonom dari Tenggara Strategics Stella Kusumawardani menjelaskan, pertumbuhan sektor gig economy, seperti UMKM dan driver transportasi berbasis aplikasi, berperan besar pada ketahanan ekonomi.

“Dari hasil riset, terlihat sejumlah manfaat yang secara langsung dirasakan oleh sektor gig economy. Platform teknologi seperti Grab ternyata mampu membantu pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi,” jelasnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Ia pun mendorong agar masyarakat lebih memanfaatkan teknologi dan mulai bertransformasi ke layanan digital agar usaha makin berkembang.

Dorong pertumbuhan UMKM lewat #TerusUsaha

Untuk lebih menggeliatkan sektor gig economy di Surabaya dan wilayah Jawa Timur lainnya, Grab meluncurkan program #TerusUsaha.

Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya menjelaskan, program #TerusUsaha merupakan komitmen jangka panjang Grab untuk mendukung percepatan digitalisasi dan ketahanan UMKM.

Program #TerusUsaha milik Grab diluncurkan di Jawa Timur, Selasa (18/8/2020).Dok Humas Grab Program #TerusUsaha milik Grab diluncurkan di Jawa Timur, Selasa (18/8/2020).

“(Lewat) solusi digitalisasi yang dihadirkan, kami percaya mampu memberikan kontribusi besar untuk perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja,” imbuh Halim.

Dalam program tersebut, Grab bekerja sama dengan pemerintah daerah mengadakan pelatihan virtual bagi pelaku UMKM dari Surabaya, Malang, dan Kediri. Pelatihan ini difokuskan pada digitalisasi dan strategi bisnis dalam menghadapi masa pandemi.

Baca juga: Gandeng Pemkot Makassar dan Pemprov Sulawesi Selatan, Grab Bantu Digitalisasi UMKM

Grab juga melakukan sosialisasi layanan digitalnya ke 6.000 pelaku UMKM di Kediri. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan layanan digital dan meningkatkan daya saing.

Selain itu, program #TerusUsaha milik Grab juga mengintegrasikan layanan GrabExpress dengan aplikasi Lumbung Pangan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengantaran belasan ribu sembako akan dilakukan oleh mitra pengemudi Grab untuk memasok kebutuhan pangan di 28 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Layanan tersebut juga dilengkapi fitur live tracking dan bukti pengiriman untuk meningkatkan keamanan dan keakuratan pengantaran.

PenulisAgung Dwi E
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Tingkatkan Keamanan, Grab Adaptasi Sistem AI
Tingkatkan Keamanan, Grab Adaptasi Sistem AI
Transportasi Pilihan
Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai
Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai
Transportasi Pilihan
Luncurkan Tech Center, Grab Godok Teknologi untuk UMKM
Luncurkan Tech Center, Grab Godok Teknologi untuk UMKM
Transportasi Pilihan
Grab Suntik LinkAja Rp 1,4 Triliun, Buat Apa?
Grab Suntik LinkAja Rp 1,4 Triliun, Buat Apa?
Transportasi Pilihan
LinkAja Diguyur Rp 1,4 Triliun dari Pendanaan yang Dipimpin Grab
LinkAja Diguyur Rp 1,4 Triliun dari Pendanaan yang Dipimpin Grab
Transportasi Pilihan
Gelar Festival Makanthon, GrabFood Tebar Hadiah Rp 1 Miliar
Gelar Festival Makanthon, GrabFood Tebar Hadiah Rp 1 Miliar
Transportasi Pilihan
Kolaborasi OVO, Grab, dan Tokopedia di 11.11,  Ada Cashback hingga 90 Persen
Kolaborasi OVO, Grab, dan Tokopedia di 11.11, Ada Cashback hingga 90 Persen
Transportasi Pilihan
Selama Pandemi, Jumlah Merchant Baru di Grab Meningkat Hingga 153 Persen
Selama Pandemi, Jumlah Merchant Baru di Grab Meningkat Hingga 153 Persen
Transportasi Pilihan
Juragan Bisnis, Saatnya Ikut Komunitas GrabExpress
Juragan Bisnis, Saatnya Ikut Komunitas GrabExpress
Transportasi Pilihan
5 Startup Lulusan Grab Ventures Velocity Angkatan 3 Dukung Program PEN
5 Startup Lulusan Grab Ventures Velocity Angkatan 3 Dukung Program PEN
Transportasi Pilihan
Dukung Digitalisasi UMKM, Grab Luluskan 5 Startup GVV Angkatan 3
Dukung Digitalisasi UMKM, Grab Luluskan 5 Startup GVV Angkatan 3
Transportasi Pilihan
Hari Kopi Internasional, Begini Kebiasaan Ngopi Masyarakat Indonesia Selama Pandemi
Hari Kopi Internasional, Begini Kebiasaan Ngopi Masyarakat Indonesia Selama Pandemi
Transportasi Pilihan
Hemat di Tanggal Tua, GrabFood Bikin Program SKSD
Hemat di Tanggal Tua, GrabFood Bikin Program SKSD
Transportasi Pilihan
Grab Raih Predikat Merek Paling Diminati dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi di Indonesia
Grab Raih Predikat Merek Paling Diminati dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi di Indonesia
Transportasi Pilihan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan
Transportasi Pilihan