Tingkatkan Keamanan, Grab Adaptasi Sistem AI

Kiki Safitri
Kompas.com - Kamis, 19 November 2020
Ilustrasi GrabBikeDok. Grab Ilustrasi GrabBike

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan transportasi daring, Grab mengembangkan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan keamanan pengguna dan mitra penemudi transportasi online.

Head of Integrity Grab Wui Ngiap Foo mengatakan, dengan adaptasi AI ini diharapkan pihaknya bisa mencapai zero insiden dengan mengacu pada standar kualitas layanan, Quality of Service (QoS) dari Otoritas Transportasi Darat (LTA) Singapura.

“Berdasarkan benchmark ini, per tahun 2020, perjalanan Grab di seluruh wilayah adalah 1,4 kali lebih aman dari standar QoS untuk kecelakaan dan 2,3 kali lebih aman dari standar QoS untuk pelanggaran,” kata Wui dalam virtual meeting, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Grab Suntik LinkAja Rp 1,4 Triliun, Buat Apa?

Dengan dukungan AI, Grab memastikan sistem keamanan untuk mitra pengemudi dan juga pengguna bisa mendukung sistem transportasi online. Misalkan saja untuk mitra pengemudi, melalui swafoto secara real time untuk verifikasi sebelum memulai aktivitas online atau menerima pesanan.

“Hal ini membantu mereka dalam mencegah insiden seperti berbagi akun mitra pengemudi yang tidak terdaftar atau menyewakan akun terdaftar,” tambah dia.

Dia bilang, model machine learning ini juga dapat menentukan apakah wajah itu sesuai atau tidak berdasarkan gerakan dan pencahayaan.

Sementara dari sisi pengguna, untuk mengantisipasi tindakan illegal, akibat lama tidak mengaktifkan akun, maka pengguna wajib memverifikasi wajah dengan teknologi selfie yang memungkinkan pengguna masker tetap terdeteksi wajahnya.

Mask selfie verification selama Covid-19, dilakukan untuk memverifikasi apakah mitra pengemudi kami mengenakan masker mereka setiap hari. Fitur ini diluncurkan selama waktu satu bulan, dan tingkat akurasinya mencapai 99,5 persen bahkan dalam kondisi pencahayaan rendah,” tambah dia.

Adaptasi teknologi juga memudahkan pemantauan perjalanan atau mendeteksi kemungkinan insiden keselamatan dengan menarik sinyal dari berbagai sumber termasuk status berkendara, GPS, kondisi lalu lintas, telematika, dan intelijen pada peta untuk mendeteksi jika ada pemberhentian yang tidak direncanakan.

“Jika insiden keselamatan dalam perjalannya terdeteksi, aplikasi akan mengirimkan notifikasi kepada penumpang apakah mereka dalam keadaan aman atau tidak,” tambah dia.

Di sisi lain, Grab juga menerapkan metode Perlindungan PII (Personally identifiable information, dalam tiga cara.

Pertama, deteksi otomatis jika mitra pengemudi melakukan screenshots terhadap PII, misalnya nama penumpang, mitra pengemudi akan mendapatkan peringatan jika melakukannya.

Kedua, Grab akan menyembunyikan detil perjalanan setelah perjalanannya selesai, dan ketiga, melalui VOIP dan number masking akan membantu pengguna berkomunikasi dengan mitra pengemudi tanpa harus menampilkan nomor mereka.

“Asia Tenggara merupakan kawasan yang rentan terutama dengan tingkat literasi digital yang rendah. Dengan jutaan pengguna yang baru online tahun ini, mereka mungkin saja tidak menyadari ancaman yang rentan seperti serangan phising,” ucapnya.

Menurut dia, akun penipuan memiliki pola penggunaan yang berbeda dari akun normal. Melalui kombinasi sinyal dari data pengguna dan klik, dapat dengan mudah mendeteksi akun dan pemesanan aneh dengan cepat.

“Kami terus menambahkan intelligent authentications untuk memastikan keamanan digital dengan model machine learning,” katanya.

Baca juga: Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai

PenulisKiki Safitri
EditorErlangga Djumena
Terkini Lainnya
Tingkatkan Keamanan, Grab Adaptasi Sistem AI
Tingkatkan Keamanan, Grab Adaptasi Sistem AI
Transportasi Pilihan
Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai
Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Grab hingga Hyundai
Transportasi Pilihan
Luncurkan Tech Center, Grab Godok Teknologi untuk UMKM
Luncurkan Tech Center, Grab Godok Teknologi untuk UMKM
Transportasi Pilihan
Grab Suntik LinkAja Rp 1,4 Triliun, Buat Apa?
Grab Suntik LinkAja Rp 1,4 Triliun, Buat Apa?
Transportasi Pilihan
LinkAja Diguyur Rp 1,4 Triliun dari Pendanaan yang Dipimpin Grab
LinkAja Diguyur Rp 1,4 Triliun dari Pendanaan yang Dipimpin Grab
Transportasi Pilihan
Gelar Festival Makanthon, GrabFood Tebar Hadiah Rp 1 Miliar
Gelar Festival Makanthon, GrabFood Tebar Hadiah Rp 1 Miliar
Transportasi Pilihan
Kolaborasi OVO, Grab, dan Tokopedia di 11.11,  Ada Cashback hingga 90 Persen
Kolaborasi OVO, Grab, dan Tokopedia di 11.11, Ada Cashback hingga 90 Persen
Transportasi Pilihan
Selama Pandemi, Jumlah Merchant Baru di Grab Meningkat Hingga 153 Persen
Selama Pandemi, Jumlah Merchant Baru di Grab Meningkat Hingga 153 Persen
Transportasi Pilihan
Juragan Bisnis, Saatnya Ikut Komunitas GrabExpress
Juragan Bisnis, Saatnya Ikut Komunitas GrabExpress
Transportasi Pilihan
5 Startup Lulusan Grab Ventures Velocity Angkatan 3 Dukung Program PEN
5 Startup Lulusan Grab Ventures Velocity Angkatan 3 Dukung Program PEN
Transportasi Pilihan
Dukung Digitalisasi UMKM, Grab Luluskan 5 Startup GVV Angkatan 3
Dukung Digitalisasi UMKM, Grab Luluskan 5 Startup GVV Angkatan 3
Transportasi Pilihan
Hari Kopi Internasional, Begini Kebiasaan Ngopi Masyarakat Indonesia Selama Pandemi
Hari Kopi Internasional, Begini Kebiasaan Ngopi Masyarakat Indonesia Selama Pandemi
Transportasi Pilihan
Hemat di Tanggal Tua, GrabFood Bikin Program SKSD
Hemat di Tanggal Tua, GrabFood Bikin Program SKSD
Transportasi Pilihan
Grab Raih Predikat Merek Paling Diminati dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi di Indonesia
Grab Raih Predikat Merek Paling Diminati dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi di Indonesia
Transportasi Pilihan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan
Transportasi Pilihan